Monday, November 13, 2017

Social Media Anxiety.


Day 8

I started to off my (almost) social media accounts since last week. 
I deactivated my personal Instagram (only my artworks acc & online shops still going on), uninstall my facebook & twitter app, because yeah, that's the only socmed I had. 
I turn off my Line, so I cannot read the upcoming chats, I block one of my friend in Whatsapp, because of her I did these all. I out from Whatsapp groups, I start to be an alien without knowing every viral things.
Even I wrote this post in pc, I didn't open my facebook/twitter. I try sooo hard no to open them.

Sometimes I need to do this action. You do too. 
I realized I got Social Media Anxiety. It's not only affected my psychology, but also my physic. I scratch my left hand without reason recently, it wasn't itchy at all! It left redness and bad skin because the scratchiness. Now I know I feel a bit depressed later because all my friends in soc med, especially Instagram (moreover because the IG story), they had something I didn't do, and probably I got a bit mad or jealous. I know it sounds bullshit but it's real.Sometimes deep down inside my heart, I want  to show something different contents from others. I want to look edgy & quirky, just like my nick name, but for some reasons I cannot make it happen right now. That's all I got after thoughts & thoughts about my anxiety problems.
So to minimalist the more bad effect, I need to offline for a while.
For how long? I don't know. 
Maybe a couple weeks, a month, or until next year (?)
Still cannot figure out.

Wish me luck to me.

Tuesday, January 31, 2017

The DOs & DON'Ts during Instagram LIVE (as a viewer)


Jadi kurang lebih 2 minggu yang lalu Instagram users gempita sekali ya menerima feature terbaru dari Instagram, yaitu LIVE. Menurut yang lain LIVE IG (kira-kira begitu singkatnya//atau IG LIVE) ini gabungan antara Periscope & Snapchat. Bedanya LIVE IG ini bersifat sementara, jadi nggak bisa disimpan. Yaiyalah namanya juga siaran langsung, segala sesuatunya pasti serba spontaneous--itu sih awal ide dari LIVE IG. Tapi belakangan adaaa aja ya orang-orang cerdas banget sampe bisa nge-save mulai dari IG Story (video harian +/- 7 detik di Instagram) sampai LIVE IG nya sendiri. Ini saya alamin karena sedang mengikuti beberapa fandom sama celeb tertentu hohoho~ *aku mah anak fandom banget kak*

Tadinya kukira feature LIVE IG hanya untuk IG users celeb/orang hits aja nih. Mungkin pas awal-awal iya kali ya buat promo. Saya sih nggak tahu ya awal mulanya gimana. Karena saat tahu LIVE IG saya dapati pada celeb dan IG users asal US. 

Nah jadi kenapa saya ngomongin LIVE IG sampai diangkat ke tulisan gini nih ya ada maksudnya. Karena beberapa public figure Indonesia sendiri juga mulai menggunakan fitur ini. Mulai dari selebgram sampai pejabat (saya cuma follow Pak Ridwan Kamil yang lumayan rutin pakai LIVE IG guna sosialisasi daily workingnya), atau bahkan anak sekolahan yang lagi nunggu jam ganti pelajaran! Pake LIVE! *astagah... itu kalo gurunya follow gimana tuh ya? terus main bales-balesan di komen ngomongin guru... ups*

Tulisan ini saya angkat berdasarkan pengalaman pibadi sebagai viewer di salah satu LIVE IG celeb & famous people of Instagram, yang nggak sengaja beberapa pertanyaan yang saya kasih dibaca dan dijawab sama mereka. As a fan of someone famous, I feel flattered. Ya iya lah, biar nggak pernah ketemu tapi rasanya mereka kayak noticed kalau kita tuh ada. *NOTICE ME SENPAI!*--the reason why I made this topic. Sampai pada akhirnya after they ended their LIVE IG tapi masih sempatin online Instagramnya, and I said thank you for the LIVE IG at the latest IG photo in comment section, they noticed me twice! Saya bisa dibilang lumayan beruntung karena dari 1500 viewers LIVE IG nya (yang ini bukan seleb besar, tapi lumayan berpengaruh buat followernya), beberapa gratitude comments saya dibalas dan di liked. Dan nggak berhenti sampai disitu. Melihat beberapa komen saya dibalas, juga memberi efek besar buat saya yaitu beberapa follower si artis jadi ikutan follow saya hahahahahaaa....... nggak nyambung sih ya, mungkin karena keliatan "ikrib" (akrab) sama artis jadinya kena impact :D. Sampai sekarang beberapa followers yang akhirnya follow saya malah jadi teman via DM Instagram, dari awalnya ngobrolin si artis sampai akhirnya ngobrolin hal lain macam perbedaan wilayah jam (rata-rata mereka di US/Greece/France yang bikin saya online sama mereka jam 4 pagi).

So.... that's my story! 
Unik, karena belum pernah ngalamin yang seperti ini. Dulu sih ada ya, ikutan di fanbase website official. Tapi lama kelamaan artisnya malah jarang online dan keseringan fans nya aja yang ngobrol.
Jadi nih ceritanya saya mau "bragging right" bagi-bagi ilmu *yang kurang penting*, tapi bakalan penting kalo tiba-tiba kejadian sama kamu. LOL.

1. Turn On the Notification
Kalau kamu sedang mengagumi selebgram/public figure/celebs di Instagram, biar nggak ketinggalan berita/always update baiknya kamu turn on the notification yang terdapat di laman IG mereka. Itu tuh, titik 3 nya di klik aja. Saya pun sengaja men-turn on-kan beberapa akun yang nggak hanya public figure, bisa teman terdekat juga bisa. Kan seru aja gitu kalau teman kita ketahuan posting photo/video atau bahkan LIVE IG kita duluan orang pertama yang ngeledek. Namanya juga temen, asikin aja ye kan?

2. Join First & Say Hi
Pas selebgram/public figure/celebs yang kita follow mulai LIVE IG (dan kebanyakan mereka nggak kasih tahu kita sebelumnya alias spontan!), utamakan sebagai viewer awal. Kalau mau say hi itu lebih baik. Just wrote "HI, xxxx (nama mereka)!" pasti mereka liat dan baca kok, nggak perlu minta di-notice sampai "PLEASE SAY MY NAME PLEASSEE!" atau post "ILYSM ASDFGHJKL" berkali-kali. Believe me (eh jangan deng, musyrik ntar) mereka annoyed sama message gituan. Satu pesan gak papa, kalau diduplikat jadi ganggu! Lagipula mereka bakalan bingung, kenapa kalian ngebet banget sih namanya minta disebut? Asli deh.

3. Be Patient
Sabar itu kunci utama. Sabar sama koneksi internet, sabar sama komen yang ketutup, sabar nggak usah ngata-ngatain artisnya terus jadi ngambek karena nggak dibacain. Sabar bu.

4. Be a Good Kid
Selain sabar, jadilah anak yang baik. Inget pesan emak di rumah, bertutur katalah yang baik dimana saja, termasuk di dunia maya. Biar kalian ngebet banget sama ini selebgram/public figure/celebs dan kepengen banget di-notice, tanya dengan bahasa yang baik. Misalnya nanya jam di tempat mereka LIVE IG, dimana mereka berada sekarang, kalau si seleb lagi pakai sesuatu yang menarik saat LIVE IG coba dipuji dikit. "Ih sepatunya bagus tuh kak!" atau "Kak jilbabnya yang lagi dipakai brand apa?" nggak perlu sampai keluar kata-kata nggak pantas macam kebun binatang atau insult mereka dengan kata-kata senonoh. Beberapa selebgram suka mengajak anak mereka ikutan LIVE IG. Kalau anaknya masih toddler mungkin nggak akan dibaca, tapi kalau sudah bisa baca? Sedih nggak tuh mereka sebagai orang tuanya. Sometimes you have to put yourself in their shoes for a moment. Manusia juga lho mereka, bisa sakit hati lah.

5. Ask Ordinary but Affection: Extraordinary
Masih bingung udah kelamaan mantengin LIVE IG tapi masih nggak tahu juga harus nanya apaan? Nggak usah bebelit segala nanyain isu panas kekinian macam politik atau SARA (kecuali kalau si selebgramnya emang demen bahas gituan ya), tanyalah sesuatu yang biasa di keseharian mereka tapi berefek besar sampai-sampai mereka kesulitan jawab karena kelamaan mikir :D LOL. Misalnya "Current song di handphone", "Spirit Animal?", "Film terakhir ditonton/konser musik/brand sepatu favorit" dll. Atau bisa juga membandingkan dua hal seperti, "Pilih mana: Toilet duduk atau jongkok?" mi-sal-nyaaaaa.

6. Perfect Timing
Nah udah capek nanya banyak eh gak ada yang dijawab. Mungkin karena timing-nya lagi nggak pas. Ketika LIVE IG terserah si selebgram/public figure/celebs mau ngapain. Mungkin dia sambil fokus nyanyi, browsing, gambar, order makanan, dll. Boleh aja pertanyaan kamu diulang lagi ketika si seleb pas pantengin layar handphone-nya lagi tuh. Dan sabar, ada seleb yang baik hati mau scrolling pertanyaan-pertanyaan yang kelewat jadi harus balik ke atas, ada juga yang ambil praktisnya aja, jawab pertanyaan yang saat itu juga ngirim komentar. Dan juga kamu harus perhatikan delay message saat kekirim. Apalagi kalau lagi banyak-banyaknya pertanyaan yang muncul. Bisa banget tenggelam jauh atau malah nggak kebaca sama sekali. Ini kadang terjadi pada seleb/selebram yang followersnya diatas 1 juta. Jadi intinya timing itu harus pas.

7. Compliment
Namanya juga seniman terkenal. So pasti mereka kekinian juga di dunia maya. Mereka terkenal  karena berkarya (atau bisa jadi karena sensasi. Tapi saya mau ngebahas yang berkarya aja lah, nggak main sama yang sensasi-an). Boleh banget kasih compliment/pujian atas kerja keras mereka. Saat LIVE IG bisa sekalian tanya tools saat bikin sesuatu apa aja/apa brandnya dan tips-tips tertentu. Mereka senang lho kalau ada yang perhatian sama passion mereka sampai sedetil itu. Kalau yang LIVE IG musisi bisa nanya instrumen musiknya apa/brandnya. Kalau yang LIVE IG make up artist, wuihh.... banyak banget itu bahan pertanyaannya... mudah kan?

8. Privacy Please
Mentang-mentang udah sering pertanyaannya dibaca & dijawab, udah ngerasa di-notice eh jadi belagu kirim-kirim Direct Message yang nggak penting, entah kasih nomor handphone/kirim poto gak sopan, itu semua bisa terjadi kalau kamu terlalu baper. Jadi, jangan baper yaa. Kalau suatu saat kamu memang berhasil jadi teman baik selebgram, lucky you. Tetap awalilah dengan baik, bukan yang buruk. Okei, dek adek?


Mau terusin sampai 10 tapi kok kebanyakan takut jadi lebai ya? hahahaa.... Kira-kira begini lah tips ala ala viewer LIVE IG :D LOL.

Nge-fans boleh, nge-ALAY jangan ya, bro-sist.

Friday, October 7, 2016

Indonesia Comic Con 2016

Finally setelah ditunggu kurang lebih 4 bulan lamanya, event Indonesia Comic Con 2016 telah usai.
Capeknya ICC tuh nggak kerasa dibanding hahahihi seneng-seneng sama teman-teman sesama jaga booth. 

Alhamdulillah event besar yang murni aku dan teman komunitas sendiri yang bikin (dari segi modal & dana) kemarin tanggal 1 & 2 Oktober berjalan dengan lancaaaarrrrr.
Serunya ngejalanin aktivitas ikutan bazaar, ketemu pelanggan, melakukan transaksi jual-beli, nggak ketinggalan pastinya poto-poto yaaa hahahahaa :D

Tadinya sih tadinya, aku mau ikutan pakai kostum. Cuman entah kenapa moodnya lagi nggak mendukung. Akhirnya yang awalnya pengen ikutan pakai kostum kucing lah, jadi Mad Hatter lah, malah nggak jadi. Akhirnya yaaa pakai yang normal. And what means normal for me ya sejenis gamis, top & bottom aja. Ujung kaki yang awalnya heels eh malah pakai sendal jepit teman. Hahaha..... I guess I lost my fashion sense ;) 

Nggak jadi ikut kostuman, yasudah berubah aja jadi kame-ko (tukang motret orang). Karena 2 orang temanku pakai kostum dan looks very cute, and also they're instagram-able look, jadinya aku deh yang motret-motretin. Seneng juga sih, because taking picture is part of my hobby.

Dan di ICC juga aku launching Vol. 2 dari Midnight Monday, koleksi aksesoris buatanku. And my Lolita clothing line.

Let's see the photos below!






















Sunday, June 5, 2016

As Simple As a Kindness

Semalam saya susah tidur. Biasa.. kalau mau tidur pasti suka ingat-ingat flashback ke masa-masa tertentu. Doa lengkap sebelum tidur sudah lho, padahal. Lalu perjalanan ingatan berhenti pada rak "Friendship", seperti sebuah file yang diambil dari rak besar, file itu terbuka lebar dan mencuat kenangan-kenangan bersama teman-teman dekat.

Laiknya sebuah monitor tab yang bisa digeser, memori yang menampilkan kenangan bersama teman saat SMA, kuliah dan pekerjaan di berbagai tempat. Lalu jari itu berhenti pada option kenangan dengan beberapa teman saat masih bekerja di sebuah edutainment park ternama. *Sebenarnya pop-up nya memori muncul saat teman saya posting kangen dengan suaminya yang lagi kerja di Amerika. Yes, I'm talking about youuu mbak Irma! I miss you a lot tetibaan nihh! :'( *

Terkadang momen bersama teman yang disangka tidak semenarik sahabat dekat itu kurang memorable, tapi ternyata saya salah. Saya sangat rindu dengan momen yang bisa dibilang tidak direncanakan semanis ini.

Jadi kejadiannya, saya mengingat kenangan indah saat berkunjung ke rumah teman kantor namanya Mbak Irma. Saat itu ia baru saja menikah. Suaminya satu kantor juga dengan saya, namun beda divisi bekerja di bidang F&B. *jadi intinya mbak Irma sama suaminya, juga saya itu rekan kantor*
Lalu suatu hari, mbak Irma mengundang saya dan beberapa teman kantor untuk main ke kontrakannya di wilayah Depok dekat Stasiun kereta. Disana ia mengundang kita makan-makan dan ngobrol seru aja. Dipilihlah hari libur.

Ada sekitar 4 orang yang main ke rumah mbak Irma untuk makan gratisan *HUAHAUHAHA... *. Kejadian saat berlangsung sih nggak spesial-spesial amat. Tapi setelah saya ingat-ingat, saya rindu suasana mainnya itu. Seperti dari awal berangkat, dimana rumah saya yang jauhnya naudzubillahimindzalik di Ciledug (dan kondisinya saya belum punya kendaraan pribadi), naik angkutan umum ke wilayah Depok. Oh-mai-gat. Bisa bayangin berapa jam saya kesana... tapi pas tahun 2008 itu kawasan Ciledug belum seneraka sekarang ya, belum ada tiang-tiang flyover bergelantungan di atas langit kayak sekarang. Jadi masih lumayan enak buat naik angkot, minusnya ya ngetemnya lama bangeuts.... (you know metromini lah).

Selanjutnya kita janjian di Terminal Blok M pintu 3 (atau berapa yang ke wilayah Depok) dan naik bis ke Depok. Sampai Depok kita turun di stasiun kereta yang saya lupa nama stasiunnya. Saat di stasiun mbak Irma sudah menjemput kita disana, lalu kita jalan kaki ke sebuah gang dan tiba di rumah kontrakan dengan cat warna hijau muda. Kalau saya ingat-ingat, cuaca saat itu juga mendukung kita untuk leyeh-leyeh di rumah mbak Irma. Ada matahari tapi udara sejuk.

Sesampainya di rumah, kita disambut makanan buatan mbak Irma. Menu sederhana, tapi serunya itu lho. Mengingat saya dan beberapa teman memang dekat dimasa itu, namun waktu dan tempatlah yang akhirnya buat kita semakin berjarak hingga sekarang. Kami masih berteman sangat baik kok, namun untuk bertemu secara fisikal agak lumayan butuh proses dan janji.

Yaa.. sudah kira-kira itu saja momen sesederhana itulah yang tiba-tiba bikin waktu tidur saya hampir berderai airmata.
Setelah dipikir-pikir, saya ini lumayan rumit untuk menjalin pertemanan dengan orang lain. Kalau enggak dekat banget, ya susah buat diajak kumpul. Sama yang sudah dekat seperti darahpun terkadang masih butuh inisiasi lagi untuk gaet saya bergabung. Ribet ya saya?

Kenangan sederhana itu buat saya bersyukur, bahwa orang yang serumit saya masih ada yang peduli dan ingin berteman. Saya sendiri terkadang suka malu sama sikap dan sifat saya yang minus ini. Bahkan secara sadar, saya sering melukai hati teman sendiri :'(

From the deepest of my heart, I am sorry.

Bahkan, bahkan nih ya, setelah saya fokus untuk karir dari rumah, sapaan sederhana dari teman walaupun melalui media sosial pun saya syukuri. Mereka tulus menyapa saya untuk menanyakan kabar, bukan untuk sesuatu dari saya untuk dimanfaatkan.

Mungkin terdengar haus kasih sayang dan skeptis, but hey, manusia adalah makhluk sosial. Butuh interaksi dengan manusia lain dan tidak bisa untuk hidup sendiri. Kita bukan amoeba yang bisa membelah diri. Memang, terkadang kita butuh waktu untuk sendiri, namun saat rasa individu itu hilang, mencairlah ia mencari rekan.

Momen sesimpel apapun dalam hidup kita, saat direnungi akan terasa indah dan bermakna. Dan yang paling penting siapapun individu yang mampir dalam hidup kita jangan dianggap remeh. Ada yang pahit ada yang manis. Yang pahit akan menjadi pembelajaran hidup dan yang manis mengajarkan kita sebuah bentuk kasih sayang dalam berragam bentuk dengan cara yang berbeda-beda. Hargai dan tularkan yang baik kepada yang lain. Karena satu kebaikan, akan menjadi sebuah kenangan :)

Thursday, May 19, 2016

TIL IT HAPPENS TO YOU

I can't sleep tight last night.
Gimana bisa tidur, setelah baca kasus Eno yang sadis & gak berperikemanusiaan itu? Saat membacanya, sebagai perempuan pasti ngerasa bagaimana sakitnya almh. Eno F menahan perih dan sakit luar biasa dari para jahanam yang menyiksanya :'(
Kemarin saya baca sebuah komen, sebut saja insialnya DMZ di salah satu berita mengenai almh. Eno; "Si embak bacanya sambil ngebayangin ya hehe." Oke sekarang kita balik, gimana kalau beritanya "Alat vital DMZ diiris tipis-tipis dengan gunting oleh pelaku, kemudian disiram oleh air cabai dan perasan jeruk lemon, kemudian digoreng sementara DMZ sekarat merintih minta ampun. Setelah itu gagang pacul menancap masuk lewat dubur hingga melewati hati dan paru-paru." HOW ABOUT THAT?
Belum kering resah kita sama kasus Yuyun di Bengkulu, muncul kasus di Manado, disusul Jawa Timur dan terbaru di Tangerang--which is very close to my house! :( Kejadian perkosaan bisa ada dimana saja, bisa terjadi dengan siapa saja, no matter what your status in society. Kenapa sekarang banyak sekali kasus perkosaan marak dimana-mana? Bukan berarti pada jaman saya masih remaja nggak ada, tapi semakin kesini semakin brutal dan diluar nalar manusia?
Pendidikan? Putus sekolah? Gak usah malu gak bisa sekolah di sekolah umum atau swasta. Sekarang udah ada paket C kok. Perlu diingat ya, paket C itu bukan hanya untuk kaum nggak mampu atau putus sekolah. Banyak yang mengambil paket C yang merasa tidak mampu beradaptasi dengan sekolah normal, atau selebriti yang waktunya kurang untuk sekolah. Bisa lihat Aurel Hermansyah atau Stuart Collin (mantan suami Risty Tagor).
Apa sih pemicunya? Kemiskinan? Pendidikan? Iman? Hiburan? Salah asuhan? Kemiskinan? Ya. Miskin hati, miskin ilmu, miskin rasa, MISKIN IDE. Dan lagi sekarang katanya (correct me if I'm wrong) mata pelajaran PMP/PPKN dan kesenian sudah nggak ada. WHAT?! gimana mau ada pendalaman etika dan budi pekerti kalau PMP/PPKN udah gak ada? KESENIAN HILANG? Pantesan aja sekarang banyak anak kurang kreatif dan kembali ke atas; MISKIN IDE.
Pornografi adalah jenis kegiatan yang adiktifnya bisa langsung cepat terpatri di otak ketimbang narkoba, rokok dan miras. Paparan secara gamblang langsung ke otak, menyuruh untuk langsung mencari pelampiasan.
Iman? itu jelas. No matter what beliefs you are, semua agama mengajarkan kebaikan. Or even tho you are an atheist, your parents must telling you, "be a good person." right? Hiburan? Pasti. Apa sih hiburan paling gampang dan gak usah ngeluarin banyak duit, tapi bisa langsung tersalurkan kepuasannya? Pornografi. Murah, cepat dan langsung adiktif. Video dari Lady Gaga -Til It Happens To You
Lagu dari Lady Gaga untuk sebuah film documenter tentang perkosaan di kampus, "The Hunting Ground." Penulis lagu Lady Gaga dan Diane Warren sendiri adalah survivor dari kekerasan seksual saat remaja. Sebuah vclip dengan lirik yang cukup menyayat hati menurut saya, cukup menggambarkan bagaimana kejadian seseorang saat mengalami kekerasan itu :'(
Kita mungkin cemooh atau nggak peduli sekarang sama kasus yang sedang marak belakangan. Namun, jika (bukan mendoakan, semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya) "Til It Happens To You / Sampai Itu Terjadi Kepadamu" atau kepada orang-orang yang kita sayangi, bagaimana rasanya?
#SaveOurSisters #SOS #IndonesiaDaruratMoral #NyalaUntukYuyun #NyalaUntukEnno



Sunday, March 20, 2016

Life.

Morning :)

I love my life routine lately. Ternyata bangun pagi itu enak ya hahaaa (yes I'm not a morning person). Semenjak fokus di rumah, saya belajar life management kembali ke masa kecil, yang rajin bangun pagi, terus bergerak dimulai dari kamar sendiri; merapikan tempat tidur & kamar tidur yang lain, dilanjut pekerjaan rumahan; dan kalau kamu pikir pekerjaan rumah seperti cuci baju, jemur, nyapu, ngepel itu 'cemen' atau dibilang cetek, kamu harus ngalamin sendiri minimal 7 hari. Iya, yang namanya pekerjaan rumahan itu capek, tapi sudahnya lega karena apapun jadi bersih & rapi. Iya kan? ;)




Selama beberapa bulan ada di rumah, selain belajar life management saya juga jadi tahu kalau saya ada indikasi OCD (Obssesive Compulsive Disorder). Nggak terlalu dahsyat hingga benar-benar terlihat, tapi hal-hal kecil seperti peletakan remote tv yang nggak simetris, tata letak buku, keyboard komputer, tudung saji, napkin yang belum terlipat, jemuran baju yang baru diangkat harus dilipat, peletakan selimut, dan cuci tangan kalau ada darah nyamuk atau habis makan gorengan, adalah hal-hal yang sedikit mengganggu pemandangan mata dan pastinya 'gatel' pengin benerin. 

Saya juga jadi rajin olahraga. Paling suka aerobik & badminton. Nah ngomong-ngomong soal badminton, beberapa waktu lalu saat saya ke AEON Mall BSD, saya beli sepasang raket jumbo beserta kok (yang lupa saya potret). Dari beli hingga main sampai tadi pagi lebih banyakan ketawa ketimbang olahraganya. Eh tapi bener lho, cepet capeknya karena ketawa itu hahahaha......




Oh iya, selama tadi olahraga, ada satu penonton setia yang nemenin saya dan mama. Yaitu Nacy, kucing anggora milik tetangga yang duduk diam selonjoran asyik ngeliatin kok yang dipukul bolak-balik. Tapi saat ia kena pukulan kok langsung berlari kaget. Lucu banget Nacy... cek potonya dibawah ya :)










Sehabis olahraga badminton (biasanya lawan harian saya mama, kalau akhir pekan papa), saya sempatkan keliling sekitaran rumah menemukan hidden spots yang belum terjamah kamera. Langit yang biru dan awan yang lagi banyak bikin hasil poto semakin bagus. 





I have my own Hobbit home! hehehee.... ternyata mirip juga ya walau sedikit (maksa) hehe.





Hutan kecil di tepi sungai samping rumah. Selama motret pepohonan jati saya lirik-lirik terus ke atas, takut ular pohon yang warna hijau terang itu (Opheodrys vernalis) lagi turun ke bawah. Karena beberapa minggu yang lalu saya sempat melihat ular hijau sehijau daun muda sedang menggelayutkan badannya ke bawah. Kalau tidak teliti benar-benar seperti batang hijau daun!





Thursday, March 17, 2016

There's Something about Harry


OKAY!

Call me a super late-late fan-girl of Harry Styles. I didn't know when is the right time I started fangirling him. All I know is I am a huge fan of men with long hair, feminine face shape, good fashion vibrant, any kind of style; rock, grunge, pop, whatever. I spotted news about him lately, rumor said he will cut his hair after reach the goal until 9 inch (22,86 cm) and he will donate the hair! Nooooo.... Because he looks so good with that hair. 1D's fashion stylist said "he's hotter when he's getting older. So he can choose whatever style he wants." Damn true, Miss.

Like another testimonial from what I saw in MTV, "I got jealous with Harry Styles, because his hair now is prettier than meeeee." Yass right right!!

So Mr. Styles, you got my eyes on you this time. I don't know what will happen if someday you are truly cut your magic girl-magnet. *I'll be faint for a moment!*


The hair, the shirt-dress, the skinny jeans wrapped his tights, the blazer, that pretty face.
**GOD HELP MY EYES, PLS*


*giggled like a baby teeth*